ArtScience Museum Membuka New Eden, Portal ke Dunia Baru yang Luar Biasa

Bab pembuka pameran ini membahas penggambaran utopia dalam fiksi ilmiah. Pengejaran surga dapat ditelusuri kembali ke teks-teks agama kuno, yang menyinggung lokasinya sebagai tempat terpencil di bumi, alam surgawi, atau bahkan di planet lain.  Salah satu contoh utopia mistis adalah negeri dongeng Shangri La, yang menjadi subjek karya seni di galeri ini. Seniman Tiongkok kelahiran Amerika, Patty Chang, membedah ‘Shangri-La’, sebuah mitos surga di Timur yang pertama kali digambarkan dalam novel James Hilton tahun 1933, Lost Horizon. Chang memutuskan untuk mengunjungi Shangri-La, melakukan perjalanan nyata ke tempat imajiner. Videonya, Shangri-La, yang direkam di lokasi, mendokumentasikan pengalamannya. Perjalanannya menggemakan narasi novel Hilton, dimulai dengan turun ke sebuah tempat pegunungan yang indah dan bertemu dengan para biksu yang terpencil di pegunungan. 

Bab II: Kata dan Dunia

Konsep fiksi ilmiah populer seperti alam semesta paralel dan perjalanan antar dimensi merupakan gagasan yang juga ditemukan di dalam jantung filosofi dan spiritualitas Asia. Galeri ini menarik hubungan antara Asia dan Barat, meneliti kemunculan fiksi ilmiah sebagai sebuah genre sepanjang abad ke-19 dan ke-20, serta tradisi spiritual Buddha, Taoisme, Jainisme, dan cerita rakyat Asia Tenggara.  Umat manusia selalu membayangkan gerbang menuju alam yang jauh dan belum dijelajahi, dan memulai perjalanan mistis yang memperluas batas-batas pengetahuan. Di Barat, ide-ide ini diwujudkan dalam fiksi ilmiah, yang dieksplorasi di galeri ini melalui garis waktu yang dimulai dari masa kini dan kembali ke masa lalu hingga abad ke-19, dengan fokus pada literatur dan film pilihan. Tradisi Timur disajikan melalui koleksi artefak yang berasal dari Asian Civilisations Museum yang mengeksplorasi konsep-konsep seperti transendensi, portal ke dunia surgawi, dan dimensi paralel.

Baca Juga  Solusi Praktis Mengelola Sampah Daur Ulang Melalui Program Recycle for Good dari SIG

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *