Kumpulan Kata-kata Sedih Menyentuh Hati yang Menyembuhkan Luka

17. “Mungkin sekarang kamu tak lagi menyayangiku, Mungkin sekarang hatimu sudah tak lagi untukku. Maafkan aku. Maafkan kebodohanku yang tak pernah terpikir olehku bahwa kamulah yang aku perlukan untuk selalu di sampingku.”

18. “Setiap malam, jangkrik sungkan sekali untuk diam. Bukan merasa tidak nyaman atau ingin sekali dia bungkam. Hanya saja, aku sedang merasa tidak tenteram. Setiap kali teringat seseorang yang pernah kau bersamai, aku merasa patah berkali-kali.”

19. “Bukan, bukan itu yang membuatku merasa begitu patahnya. Aku hanya menyesali diriku, mengapa tidak dipertemukan lebih awal seperti yang pernah kau katakan padaku waktu itu.”

20. “Aku sudah lelah diterpa angin kencang sendirian. Walau belum sampai pada akhir kau datang bersama keluargamu, aku hanya ingin digenggam sampai waktu itu kau hadirkan untukku.”

21. “Harta yang paling berharga saat ini bukan hanya diriku, tapi kau yang selalu hadir dalam setiap mimpiku. Tidakkah kau mengerti bahwa setiap kali kau katakan mencintaiku, rinduku makin menggebu. Tiga hari tidak bertemu, itu seperti neraka bagiku.”

22. “Yang kita butuhkan hanya sebuah penyelesaian. Bagaimana cara berdamai dengan keadaan. Berawal dari bagaimana cara kau menemukan, ingin membersamai, sampai kau bisa mendapatkan, kemudian ingin hidup berdampingan dan saling membutuhkan.”

23. “Tidakkah saling menghakimi justru membuat semua persoalan menjadi bahan bakar perusak fondasi masa depan? Tidak bisakah penyelesaian ini diakhiri lebih cepat dari biasanya? Aku hanya ingin hidup bersama, tidak ingin bertengkar lebih lama.”

24. “Aku tidak pernah tidak menyukainya. Aku tidak pernah tidak merindukannya. Aku tidak pernah tidak berkhayal tentangnya. Aku tidak pernah tidak teluka karenanya, walau begitu debaran jantungku masih sama.”

Baca Juga  5 Tanda Seseorang Membeci dan Menggosipkanmu

25. “Seberapa banyak waktu yang harus kuluangkan agar aku bisa memahami kerelaan seperti yang kau inginkan? Aku berdebar lebih awal daripada dia, sanggupkah kau mendengarnya? Aku hanya tidak sanggup menguasainya, saat debaran itu masih saja melekat di sana.”

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *